• Teaching Factory

Selamat Datang di Website Teaching Factory SMK Muhammadiyah 1 Baturetno. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


Teaching Factory SMK Muhammadiyah 1 Baturetno

NPSN : 20338519

Timur Masjid Agung Baturetno Wonogiri Jawa Tengah Kode Pos 57673


smkmuhiba007@gmail.com

TLP : 0273 - 461146


          

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 10392
Pengunjung : 5842
Hari ini : 28
Hits hari ini : 39
Member Online : 0
IP : 3.210.184.142
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

Teaching Factory, Membiasakan Siswa di Dunia Industri




Teaching Factory, Membiasakan Siswa di Dunia Industri


BANDUNG, (PR).- SMKN 15 Bandung mengembangkan praktik pengolahan makanan di laboratorium teaching factory. Hal itu merupakan program pembelajaran di sekolah menengah kejuruan (SMK) berbasis produksi maupun jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri. Implementasi program tersebut disesuaikan dengan kompetensi di setiap jurusan.


Ketua Jurusan Tata Boga SMKN 15, Agustina Dwi Ratmi menjelaskan, praktik yang dilakukan dengan membagi kelas menjadi dua blok, yakni kelompok belajar produktif di kelas dan kelompok praktik di laboratorium. Mereka akan dirotasi setiap tiga bulan sekali.


"Selain bertujuan memberi gambaran kepada siswa tentang bagaimana suasana kerja di industri, praktik ini juga bisa dibilang sebagai kelas wirausaha, dimana siswa bisa lebih produktif dan menghasilkan olahan makanan," ucapnya saat ditemui di sekolah, Jalan Gatot Subroto No. 4, Kota Bandung, Rabu 16 Oktober 2019.


Ia menuturkan, proses pembelajaran tak sebatas pada proses produksi, tapi menyeluruh. Dimulai dari perencanaan, pemilihan bahan makanan, proses produksi, pengemasan hingga pemasaran. Demikian juga pada proses pemasaran.Teaching Factory, Membiasakan Siswa di Dunia Industri


 

Sementara itu, pembimbing sekaligus guru teaching factory Jurusan Tata Boga, Aditia Gustiana Gunawan mengatakan, program tersebut pun dimanfaatkan untuk mengasah karakter siswa, khususnya karakter yang dibutuhkan dalam dunia industri, seperti manajemen waktu dan kepemimpinan. Setiap minggu dipilih siswa untuk menjadi koordinator guna mengasah jiwa kepemimpinan mereka.


Aditia mengatakan program teaching factory penting diikuti oleh siswa. Selain untuk mengenalkan budaya kerja di dunia industri, program ini pun bisa mengasah keterampilan siswa.


Di usia yang masih belia, lanjutnya, para siswa dituntut bisa mengolah makanan menggunakan cara-cara mendasar. "Kita ajarkan yang basic dulu. Karena, ketika akan memulai usaha dan belum memiliki alat-alat penunjang, mereka sudah memiliki ilmunya," ucapnya.***



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :

 

Komentar :


   Kembali ke Atas